blog image

Materi Kuliah |03 Jan 2024 | Dilihat 604 Kali

Etika Penggunaaan TI

Etika secara umum didefinisikan sebagai suatu kepercayaan atau pemikiran yang mengisi suatu individu, yang keberadaannya bisa dipertanggungjawabkan terhadap masyarakat atas perilaku yang diperbuat. Biasanya pengertian etika akan berkaitan dengan masalah moral. Moral adalah tradisi kepercayaan mengenai perilaku benar dan salah yang diakui oleh manusia secara universal. Perbedaannya bahwa etika akan mejadi berbeda dari masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain. Misalnya bahwa penggunaan software bajakan yang berkembang di Asia saat ini bisa mencapai 90% sedangkan di Amerika kurang dari 35%. Ini bisa dikatakan bahwa masyarakat pengguna software di Asia kurang etis dibanding di Amerika.

Menurut James H.Moore profesor di Darmouth, berpendapat bahwa etika komputer terdiri dari dua aktivitas utama yaitu waspada dan sadar bahwa bagaimana komputer mempengaruhi masyarakat, karena itu harus berbuat sesuatu dengan merumuskan yang memastikan nahwa teknologi tersebut digunakan secara tepat.

Pentingnya Etika Komputer

Menurut James Moore, terdapat tiga alasan utama minat masyarakat yang tinggi pada etika komputer, yaitu kelenturan logika (logical mallealibility), faktor transformasi dan faktor tak kasat mata (invisibility factors)

 Kelenturan Logika, yaitu kemampuan memrogram komputer untuk melakukan apapun yang kita inginkan. Komputer  akan bekerja seperti yang diilustrasikan oleh programmernya. Kelenturan inilah yang menakutkan masyarakat. Sebenarnya masyarakat tidak takut kepada komputer, tetapi takut terhadap orang-orang yang bekerja di belakang komputer tersebut, jika memrogram untuk berbuat jahat.

 Faktor Transformasi, yaitu komputer bisa mengubah secara drastis cara kita melakukan sesuatu. Contoh yang paling umum adalah bahwa kita bisa mengirimkan surat melalui fasilitas e-mail, yang bisa sampai tujuan dan dapat dibuka atau dibaca di manapun kita berada.

 Faktor tidak kasat mata, yaitu semua operasi internal komputer tersembunyi dari penglihatan, yang membuka peluang pada nilai-nilai pemrograman yang tidak terlihat, perhitungan yang rumit terlihat dan penyalahgunaan yang tidak tampak.

Hak Sosial dan Komputer

Menurut Deborah Johnson, profesor dari Rensselaer Polytechnic Institute, mengemukakan bahwa masyarakat memiliki hak atas akses komputer, keahlian komputer, spesialisasi komputer, dan pengambilan keputusan komputer.

–  Hak atas akses komputer, yaitu setiap orang berhak untuk mengoperasikan komputer dengan tidak harus memilikinya. Sebagai contoh belajar tentang komputer dengan memanfaatkan software yang ada.

–  Hak atas keahlian komputer, pada awal komputer dibuat, terdapat kekhawatiran yang luas terhadap masyarakat akan terjadinya pengangguran karena beberapa peran telah digantikan oleh komputer. Tetapi pada kenyataannya dengan keahlian di bidang komputer dapat membuka peluang pekerjaan yang lebih banyak.

–  Hak atas spesialis komputer, pemakai komputer tidak semua menguasai akan ilmu yang terdapat pada komputer yang begitu banyak dan luas. Untuk bidang tertentu diperlukan spesialisasi bidang komputer, seperti kita membutuhkan dokter atau pengacara.

–  Hak atas pengambilan keputusan komputer, meskipun masyarakat tidak berpartisipasi dalam pengambilan keputusan mengenai bagaimana komputer diterapkan, namun masyarakat memiliki hak tersebut.

 Hak Atas Informasi

Richard O. Masson, seorang profesor di Southhern Methodist University, telah mengklasifikasikan hak atas informasi berupa privasi (privacy), akurasi (accuracy), kepemilikan (property) dan aksesibilitas (accessibility).

–   Hak atas privasi. Sebuah informasi yang sifatnya pribadi baik secara individu maupun dalam suatu organisasi mendapatkan perlindungan atas hukum tentang kerahasiaannya.

–   Hak atas akurasi. Komputer dipercaya dapat mencapai tingkat akurasi yang tidak bisa dicapai oleh sistem nonkomputer, potensi ini selalu ada meskipun tidak selalu tercapai.

–   Hak atas kepemilikan. Ini berhubungan dengan hak milik intelektual, umumnya dalam bentuk program-program komputer yang dengan mudahnya dilakukan penggandaan atau disalin secara ilegal. Ini bisa dituntut di pengadilan.

–   Hal atas akses. Informasi memiliki nilai, di mana setiap kali kita akan mengaksesnya harus melakukan account atau ijin pada pihak yang memiliki informasi tersebut. Sebagai contoh kita dapat membaca data-data penelitian atau buku-buku online di internet yang harus bayar untuk dapat mengaksesnya.

Kontrak  Sosial Jasa Informasi

Untuk memecahkan permasalahan etika kompueter, jasa informasi harus masuk ke dalam kontrak sosial yang memastikan bahwa komputer akan digunakan untuk kebaikan sosial. Jasa informasi membuat kontrak tersebut dengan individu dan kelompok yang menggunakan atau yang dipengaruhi oleh output informasinya. Kontrak tersebut tidak tertulis tetapi tersirat dalam segala sesuatu yang dilakukan jasa informasi. Kontrak tersebut menyatakan bahwa:

– Komputer tidak akan digunakan dengan sengaja untuk mengganggu privasi orang lain.                                                                 

– Setiap ukuran akan dibuat untuk memastikan akurasi pemrosesan data.                                                                                               –

– Hak milik intelektual akan dilindungi.

Komputer akan dapat diakses masyarakat sehingga anggota masyarakat terhindar dari ketidaktahuan informasi. Kesimpulannya bahwa masyarakat jasa informasi harus bertanggung jawab atas kontrak sosial yang timbul dari sistem yang dirancang dan diterapkan.

.

blog-img

Diposting oleh:

Dafit Afianto

Lecturer, Writing and Editing | Work hard in silence. Let your success in the noise.

List Surah AL-QUR'AN


List Juz AL-QUR'AN